facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Makam Bupati Lebak ke-3 Tumenggung Prawira Kusuma Dipindahkan, Berada di Lahan PT KAI

Hairul Alwan Kamis, 19 Mei 2022 | 20:07 WIB

Makam Bupati Lebak ke-3 Tumenggung Prawira Kusuma Dipindahkan, Berada di Lahan PT KAI
Makam Bupati Lebak ke-3 Tumenggung Prawira Kusuma dipindahkan, Rabu (18/5/2022). [SuaraBanten.id/Samsul Fatoni]

Makam bupati yang sudah berumur satu abad yang berada di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak terkena perluasan stasiun kereta api.

SuaraBanten.id - Makam Bupati Lebak ke-3, Tumenggung Prawira Kusuma terpaksa harus dibongkar dan dipindahkan ke lahan wakaf lantaran berada di lahan milik PT KAI atau Kereta Api Indonesia, Rabu (18/5/2022) kemarin.

Makam Bupati Lebak ke-3 yang sudah berumur satu abad yang berada di Kampung Pasir Sukarayat, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak itu diduga terkena perluasan Stasiun kreta api.

Makan Bupati Lebak priode 1865-1877 pada masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda yang juga konon dikeramatkan warga berada di atas lahan milik PT KAI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun SuaraBanten.id makam Bupati ke 3 Kabupaten Lebak dibongkar dan akan di pindahkan ke lahan wakaf di Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur.

Baca Juga: Pengendara Mobil Mewah yang Tabrak Ojol di Alam Sutera Jadi Tersangka

Menurut keterangan dari salah seorang keturunan Bupati Lebak ke-3, Erwan Nurhadi, jika makam tersebut adalah buyut keluarganya yang merupakan Bupati Lebak yang ke 3 pada Masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda periode 1865-1877.

Lantaran menurutnya, sejak kecil ia dan ibu selalu diajak ziarah ke makam tersebut yang sejak dulu disebutnya Mbah Barangbang.

"Uyut keluarga kami ketika diselidiki ternyata itu Bupati Lebak ke 3 nama lengkapnya Prawira Nata Kusuma. Jadi berbicara histori, kita dari kecil dikenalkan kalau ini makam buyut kita," ungkapnya, Kamis 19 Mei 2022.

Hingga saat ini jelasnya lagi, jika silsilah keluarganya tercatat rapih. Silsilah itu sudah dibuat sejak tahun 1990 oleh adik dari ibu kandungnya yang bernama Raden Pamekas.

"Saya dapat silsilah ini dari adik ibu saya. Ibu saya bernama Raden Aminah dan adiknya bernama Raden Pamekas. Dari Raden Pamekas ini punya 9 anak. Saya dapat data ini dari anaknya yang ketiga, yaitu pak Syarif. Yang tercatat dari tahun 1990," jelasnya.

Baca Juga: Sering Menginap di Rumah Kakak Korban, Remaja Asal Carenang Cabuli Anak di Bawah Umur

Diakui Erwan, atas adanya pembongkaran dan pemindahan makam leluhurnya tersebut, saat ini pihak keluarga menyetujui pemindahan lokasi makam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait