facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penangkapan DPO Kekerasan Seksual di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Mendapat Perlawanan, Seorang Polisi Terluka

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 07 Juli 2022 | 10:43 WIB

Penangkapan DPO Kekerasan Seksual di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Mendapat Perlawanan, Seorang Polisi Terluka
Personel kepolisian dari Polda Jatim berjaga di gerbang Pesantren Shidiqqiyah, Ploso, Jombang, Kamis (7/7/2022). [SuaraJatim.id/Zen Arivin]

Aparat gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang mengepung Pesantren Shidiqqiyah, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

SuaraJatim.id - Petugas kepolisian kembali melakukan upaya jemput paksa terhadap Moch Subchi Al Tsani (MSAT) DPO tersangka kasus pencabulan santriwati.

Satu anggota terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit usai mendapatkan perlawanan dari massa pro MSAT di Pesantren Shiddiqiyyah Ploso Jombang, Kamis (7/7/2022).

Pantauan di lokasi, sejak pukul 08.00 WIB, sejumlah aparat gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang sudah berada di Pesantren Shiddiqiyyah, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Petugas mulanya datang dan meminta agar MSAT keluar dan menyerahkan diri.

Namun kedatangan petugas justru diadang puluhan santri. Mereka berupaya melarang petugas kepolisian yang hendak masuk ke dalam kawasan pesantren guna menangkap MSAT. Bentrokan pun tak terhindarkan, lantaran masa pendukung MSAT berupaya menghalangi petugas.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Ricuh di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Upaya Penangkapan MSAT Diadang Massa

Satu orang petugas nampak mengalami luka, dan langsung dievakuasi ke ambulans dan dilarikan ke rumah sakit. Belum diketahui kondisi terkini petugas yang mengalami luka, sementara pasca insiden tersebut polisi masih berada di lokasi. 

Sementara, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Dirmanto mengatakan ada dua orang ditangkap lantaran menghalangi upaya penangkapan MSAT di dalam ponpes.

"Dua orang ditangkap karena menghalangi, kita lakukan tindakan tegas," ujarnya.

MSAT sendiri merupakan anak kiai Jombang KH. Muhammad Muhtar Mu'thi. Ia dilaporkan ke Polres Jombang pada 29 Oktober 2019 dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG. MSAT dilaporkan telah menyetubuhi NA yang tak lain merupakan bekas santriwatinya.

MSAT dua kali mengajukan praperadilan terkait penetapan tersangka tersebut, namun keduanya ditolak hakim pengadilan.

Baca Juga: Bareskrim Polri Terus Pantau Penanganan Kasus Pencabulan di Ploso Jombang

MSAT kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jatim. Setelah 3 tahun lamanya, berkas penyidikan MSAT akhirnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Bahkan polisi menetapkan MSAT sebagai DPO, lantaran ia tak koperatif dalam memenuhi panggilan pihak kepolisian.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait