facebook

300 Jamaah Haji Tak Ikut Sunnah Tarwiyah karena Bayar Mahal

Pebriansyah Ariefana
Jamaah haji Indonesia diminta memperhatikan jadwal pergerakan ke Arafah untuk melaksanakan puncak rangkaian ibadah haji. (Antara)
Jamaah haji Indonesia diminta memperhatikan jadwal pergerakan ke Arafah untuk melaksanakan puncak rangkaian ibadah haji. (Antara)

Sehingga mereka tidak berangkat pada 8 Dzulhijjah.

Suara.com - Sebanyak 300 jamaah calon haji tak ikut sunnah tarwiyah karena harus bayar mahal. Biaya yang dikeluarkan setiap jamaah untuk semalam di Mina sebelum puncak haji itu bervariasi, ada yang membayar sebesar 250-300 Saudi Riyal hingga 450 Riyal setara Rp1,8 juta dengan kurs Rp4.000.

Sehingga mereka tidak berangkat pada 8 Dzulhijjah.

"Sebenarnya bukan mengundurkan diri tapi jamaah mikir lagi untuk tarwiyah karena bayarnya mahal 450 riyal per jamaah," kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Ansor kepada Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Rabu.

Biaya tersebut untuk transportasi dan konsumsi selama mabit di Mina untuk tarwiyah.

Baca Juga: Kemenkes Inovasi Ciptakan Rompi Penurun Suhu, Bisa Dipakai Petugas Haji

Mereka akan dijemput dari hotel ke Mina untuk melaksanakan sunah tarwiyah.

"Uangnya masuk ke Maktab sendiri, perusahaan sendiri. Justru datanya diminta ke kami, kami disuruh fasilitasi tapi kami tidak ada uang sepersen pun di dalamnya terkait segala macamnya. Memang itu murni bisnis mereka lah di maktabnya dari syarikahnya. Jadi apalagi kendaraan punya kita operasional jamaah. Akomodasi konsumsi sudah mereka dapat," kata Ansor.

Menurut Ansor, biaya sunah tarwiyah naik cukup signifikan.

Sebelumnya hanya 50 riyal sampai 100 riyal.

Tapi kini naik menjadi 450 riyal atau setara Rp1,8 juta.

Baca Juga: Hari Ini Jamaah Calon Haji Mulai ke Arafah, Diberangkatkan dalam 3 Tahap

Menjelang penutupan pendaftaran sunah tarwiyah, sebanyak 4.659 jamaah calon haji ikut daftar tarwiyah.