facebook

Kemnaker Fokus Buat Program Maksimalkan Potensi Talenta Muda di Indonesia

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Menaker, Ida Fauziyah. (Dok: Kemnaker)
Menaker, Ida Fauziyah. (Dok: Kemnaker)

Ini demi menghadapi bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada 2030 mendatang.

Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah fokus membuat program yang bertujuan memaksimalkan potensi talenta muda di Indonesia. Ini dilakukan untuk menghadapi bonus demografi yang puncaknya diperkirakan akan terjadi pada 2030 mendatang.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, pengembangan talenta muda merupakan kebijakan strategis untuk menghadapi tantangan terkini bidang ketenagekrjaan.

"Ini bertujuan agar talenta muda Indonesia dapat dimaksimalkan potensinya bagi kemajuan sektor ketenagakerjaan dan perekonomian," tutur Ida ketika memberikan sambutan pada Sidang Promosi Doktoral Muhammad Aditya Warman anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, yang berjudul Model Pengembangan Talenta Unggul dalam Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan di Era Perubahan secara virtual, Selasa (2/8/2022).

Kata Ida, Indonesia tengah mengalami bonus demografi yang puncaknya diperkirakan tahun 2030. Hasil sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) September 2020, dari 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia, 70,72 persen merupakan penduduk usia produktif yang didominasi oleh generasi Gen Z dan generasi milenial.

Baca Juga: 6 Tanda Pemulihan Sektor Ketenagakerjaan di Tengah Krisis Pandemi Covid-19

"Untuk memastikan bahwa bonus demografi memberikan manfaat, maka kita harus bisa mengembangkan sumber daya generasi milenial untuk menjadi talenta muda yang unggul dan kompetitif," Ida.

Ida meyakini Sidang Promosi Doktoral ini dapat menjadi masukan berharga bagi program pengembangan talenta di bidang ketenagakerjaan, sekaligus memberikan sumbangsih penting terhadap dinamika dan perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

"Semoga dengan diraihnya gelar tertinggi akademik ini dapat memberikan manfaat mulai dari lingkungan tempat kerja, dunia akademis maupun masyarakat umum," ujarnya.