facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Beras di Indonesia Tidak Naik, Jokowi: Alhamdulillah

Suhardiman Kamis, 07 Juli 2022 | 13:23 WIB

Harga Beras di Indonesia Tidak Naik, Jokowi: Alhamdulillah
Presiden Jokowi di puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 Tahun 2022 di Medan, Sumatera Utara. [Antara]

stok beras di pasar domestik selalu melimpah sehingga tidak memerlukan impor.

SuaraSumut.id - Presiden Jokowi mengatakan harga beras di Indonesia tidak naik. Padahal, kata Jokowi saat ini sedang terjadi gejolak rantai pasok pangan di dunia lantaran konflik militer Rusia dan Ukraina.

Oleh karena itu, Jokowi mengajak masyarakat untuk mensyukuri harga beras di Indonesia tidak naik.

"Bayangkan. Kita ini harus betul-betul bersyukur bahwa negara kita diberikan pangan yang harganya. Beras utamanya, tidak naik. Harus kita syukuri betul," kata Jokowi di Medan, melansir Antara, Kamis (7/7/2022).

Jokowi mengatakan, Indonesia masih memiliki sumber produksi beras yang melimpah.

Baca Juga: Sapi di Batam Terpapar PMK, Pemprov Larang Datangkan Hewan Ternak dari Lampung: Tidak Boleh Lagi

"Untungnya, kita ini, Alhamdulillah, rakyat kita utamanya petani masih berproduksi beras, dan sampai saat ini harganya belum naik. Semoga tidak naik karena stoknya selalu ada dan sudah tiga tahun kita tidak impor beras lagi," ujar Jokowi.

Ia mengatakan, stok beras di pasar domestik selalu melimpah sehingga tidak memerlukan impor.

"Biasanya kita impor 1,5 juta ton, 2 juta ton. Ini sudah tidak impor lagi. Ini Menteri Pertanian hadir di sini, terima kasih Pak Menteri," katanya.

Namun demikian, Jokowi mengingatkan seluruh pihak untuk selalu mewaspadai kondisi rantai pasok pangan dan energi saat ini. Hal itu terutama untuk komoditas gandum, karena Indonesia merupakan importir gandum

Pasokan gandum dari dua negara yang dilanda konflik, Rusia dan Ukraina, terhambat. Padahal dua negara tersebut merupakan produsen besar untuk gandum di pasar dunia.

Baca Juga: Cepat Sadari, Inilah 5 Tanda Kamu Memiliki Fake Friends

"Ini hati-hati, yang suka makan roti, yang suka makan mie, bisa harganya naik. Karena apa? Ada perang di Ukraina. Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? Karena produksi gandum itu 30-40 persen berada di negara itu, Ukraina, Rusia, Belarus, semua ada di situ," kata Jokowi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait